Ringankan beban di ranselmu (bagian 1 – kompor)

Kompor Ultralight

Sepertinya sangat menyenangkan sekali, melihat adek-adek gemes dengan wajah cerianya (kalau nggak mau disebut udah gak sabar makan soto Mbok Giyem) gendong ransel gede lari-larian menuruni jalan setapak di gunung. Wow, tas gede tapi bisa lari-larian? bisa! Saya sering menjumpai, bahkan pernah sekali mendapati salah satu dari mereka kepleset dan gedebug jatoh, untung gak kenapa-kenapa. Dan dengan tampang cool sok kegantengan, saya tolong dia. Bantu dia angkat ransel, ealah UL banget, finally i met the master of UL, adek-adek gemes. Tapi sayangnya disinyalir isi ranselnya cuman matras + jaket + SB + kertas + spidol, eh kok malah suudzon. Yasudah kalo gitu dimisalkan saja, bukan disinyalir.

Nah, mungkin iya bisa adek-adek gemes itu bawa bawaan yang super ringan, doi punya modal yang lebih dari cukup untuk membuat rekan seperjalanannya menjadi tiba-tiba setrong dan bilang dengan cool-nya “sini, barang bawaan adek dibawa mas saja, tasnya masih longgar kok”, padahal udah dijejelin tenda 4P dengan berat 5kg, 3 buah SB, 2 kompor gas portabel, 4 tabung gas, 2 set nesting TNI, air mineral 1.5 literan 4 biji, perlengkapan pribadi, logistik tim, kamera DSLR, tripod, dan lain-lain. Tentunya si adek menjawab “iya makasih kak, maaf ya”, sambil tersenyum melukis lesung di pipi dan memperlihatkan giginya yang gingsul, yang apabila ada singa yang melihatnya pun akan mendadak mengeong.

Mungkin tidak akan menjadi masalah jika di setiap tim pendakian kamu ada seorang dua orang hulk yang baik hati, tapi apa iya selamanya mau begitu? selamanya mau jadi adek-adek gemes? lah kalau ternyata kamu nggak cukup nggemesin, udah gitu laki pula, bah! Terkadang akan ada saatnya kamu pengin pergi cuma sendiri, atau mungkin berdua sama si doi meski sama lakiknya, yang mau nggak mau barang yang kamu perlukan harus ada di tas kamu. Yakin masih mau bawa barang bawaan yang di-set untuk 1 tim 4-6 orang? nggak kan? berat cuy.

Nah, makanya meski saya bukan siapa-siapa, cuman newbie yang hobi nyepam dagangan di grup, tak apalah sekali-kali saya menulis sesuatu yang barangkali berguna, karna kata Pramoedya “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” meski ujungnya ndagang juga, ha ha.

“Bagaimana cara meringankan beban ransel kamu”. Ada beberapa part yang direncanakan akan saya tulis, tapi untuk pertama ini saya fokuskan ke kompor. Kenapa kompor? karna dagangnya kompor, pffttt. Karena disadari ataupun tidak, ternyata kompor menjadi salah satu pembeda yang lumayan signifikan, terutama dalam hal berat dan performa yang outputnya adalah efisiensi dari keberadaan kompor itu sendiri.

1. Kompor portable kotak

DSC05157

kompor kotak – berat

Kompor yang paling familiar di indonesia dengan beberapa merk yang berbeda, dengan bahan bakar gas butana, biasa dikenal dengan merk dagang hicook, wonderfuel, winngas, dll yang banyak di endomaret dan alpamaret. Kompor ini sangat mudah ditemukan di toko-toko outdoor terdekat dengan harga yang bervariasi. Berat real adalah 369 gram. Untuk performa memasak biasa saja, pemantik mudah rusak, mudah karatan, mudah rusak secara keseluruhan. Menurut info seorang kawan yang tinggal di negara pembuatnya pun, di sana hampir tidak ada yang menggunakan kompor model ini, hmmm… Tapi tentu kompor ini punya kelebihan, yaitu dengan penampangnya yang lebar, kompor ini bisa digunakan untuk memasak menggunakan dandang kuningan, meski entah kapan matengnya. 5 dari 10 bintang penilaian subyektif saya.

2. Sebut saja kompor 2

DSC04948

kompor tanpa merk – terpasang di tabung ulir

DSC05160

kompor tanpa merk – 82 gram

Kompor tanpa merk, sekilas dilihat mungkin sudah ketahuan kalau model kompor ini njiplak kompor MSR pocket rocket, meski tentunya dengan harga dan performa yang berbeda. Kompor ini menggunakan sistem ulir untuk penyambungan ke tabung gas, jadi bisa menggunakan tabung lindal screw valve. Juga bisa menggunakan tabung butane pasaran, tentunya perlu penambahan adapter yang menambah beban lagi. Untuk berat kompor ini 82 gram, masih cukup ringan. Untuk performa bisa dikatakan biasa saja. Tidak akan pernah terjadi kerusakan pemantik karena memang nggak ada pemantiknya. Penampang kurang stabil untuk beban masakan yang terlalu berat. mungkin nilai 6 dari 10 bintang

3. Idenberg Torch

DSC05004

kompor ultralight idenberg torch – flame

DSC04938

kompor ultralight idenberg torch – solid box

DSC05159

kompor ultralight idenberg torch – 51 gram

Kompor ini juga menggunakan sistem ulir. Perlu adapter tambahan jika menginginkan menggunakan tabung butane. Dalam paket pembeliannya disertakan kotak penyimpanan dari plastik warna oren. Bicara soal performa, sangat memuaskan, nyala api kencang, material berkualitas, sangat kuat bahkan pernah saya test kasih muatan barang-barang lebih dari 10kg, kompor ini masih utuh. Dengan berat cuma 51 gram dan harga yang relatif terjangkau, kompor ini bisa menjadi salah satu “barang yang harus kamu punya”. sy kasih nilai 8 dari 10.

4. BRS3000T

DSC05007

kompor ultralight brs-3000t – flame

DSC04939

kompor ultralight brs-3000t – pouch

DSC05158

kompor ultralight brs-3000t – 25 gram!

Masih sama, kompor ini menggunakan sistem ulir. Paket pembelian dilengkapi pouch dari kain warna ijo uler keket. Dengan berat cuma 25 gram, kompor ini sementara adalah kompor gas paling ringan sedunia. Dengan material titanium, yakni bulletproof nothing to loose fire away fire away, kompor ini menjadi sangat ringan, 40% lebih ringan daripada baja dengan kekuatan yang setara. Material titanium juga tahan terhadap korosi dari uap air, air laut, bahkan dari klorin sekalipun. Dan buanyak kelebihan lain dari material ini. Dari segi performa, sangat memuaskan, nyala api biru sempurna, pengaturan besar kecilnya api sangat mudah. Sayangnya, kompor ini termasuk berisik pas valve dibuka paling besar, nggak kalah berisik sama kompor multifuel atau kompor kang bakso. Meskipun secara pribadi, saya malah suka, lebih berisik lebih nafsuin, eh. Bolehlah kalau dikatakan kompor ini adalah ‘light yet strong’. 9 dari 10 bintang.

Nah, sudah lumayan dapet referensi kan? tapi bingung mau beli kompor dimana? apalagi tabungnya? KLIK DISINI AJA

Oiya, untuk kompor no 2, 3, 4, bisa menggunakan gas kaleng butane biasa tapi harus ditambahi adapter kaki3, bisa diliat gambar-gambarnya berikut

DSC05134

kompor ultralight idenberg torch – dengan adapter kaki tiga

 

DSC05062

kompor tanpa merk – dengan adapter kaki tiga

 

DSC05065

adapter kaki tiga

baca juga:

 

tags: kompor outdoor terbaik kompor outdoor kaskus kompor outdoor gasmate kompor outdoor trangia kompor outdoor bukalapak kompor outdoor multifuel kompor outdoor bensin kompor outdoor murah kompor outdoor bandung kompor outdoor jogja kompor outdoor kompor outdoor anti badai harga kompor outdoor anti badai jual kompor portable outdoor and indoor use kompor outdoor bekas kompor outdoor yang bagus kompor outdoor paling bagus beli kompor outdoor 

Comment

2 thoughts on “Ringankan beban di ranselmu (bagian 1 – kompor)

Leave a Reply

Your email address will not be published.