Ringankan Beban di Ranselmu (Bagian 3 – Tenda / shelter)

Ringankan Beban di Ranselmu (Bagian 3 – Tenda / shelter)

Tips memilih Tenda atau Shelter sangatlah penting, karena tenda adalah salah satu dari THE BIG THREE, yaitu bawaan yang paling berpengaruh terhadap berat gendongan kamu secara keseluruhan, diluar logistik tentunya. Lalu bagaimana menyiasati agar salah satu bawaan ini tidak terlalu berat? Tentunya banyak cara yang harus dilakukan, agar reduksi berat ini tidak mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali tingkat keselamatan dalam berkegiatan di luar ruang. Cara yang paling gampang dan murah bahkan geratis untuk mengurangi beban tenda di dalam ransel kamu adalah tentu saja dengan menaruhnya di tas teman kamu 😀

tips-memilih-tenda

tips memilih tenda

So, inilah yang perlu kamu pertimbangkan dalam memilih tenda yang kamu miliki untuk kamu bawa:

1. Sesuaikan dengan kapasitas (kelompok) kamu.

Sangat simpel kan? tapi yakin sudah pada dipraktekin? karna pada fakta di lapangan, seringkali ditemui, pendaki cuman duet dua bijik tapi bawa tenda kapasitas 4 orang, tentu aja berat bro. Harusnya bisa share beban ke 4 orang, ini ternyata cuman bisa di-share ke 2 orang aja. Apalagi solo hiker bawa tenda peleton, itu udah ndak sesuai lah. Tapi beberapa kali juga ditemui sebaliknya. Pendaki kelompok 8 orang, tapi bawa tenda kapasitas 4 orang, 5 orang bobok tindih-tindihan didalem tenda (enyak enyak enyak), yang 2 bobok di vestibule/teras seperti anak tiri, dan yang 1 orang tidur beratapkan langit, sungguh tidak dimanusiakan, tapi tetep aja dengan gentle nya bilang “aku nggak papa kok, kalian tidur aja dulu di dalem, aku mau menikmati malam”.

tips-memilih-tenda-sesuaikan-kebutuhan

tips memilih tenda – sesuaikan kebutuhan

2. Konstruksi tenda

  • Geodesic. konstruksi rumit dengan banyak frame yang saling silang menguatkan satu dengan yang lain. Dipakai oleh kebanyakan tenda 4 musim agar kuat menopang salju. Pada konstruksi yang lebih sederhana biasanya disebut dengan semi-geodesic. Tenda dengan banyak frame tentu saja lebih berat
  • Dome. Konstruksi tenda kebanyakan dengan 2 frame utama yang saling menyilang. Beberapa tenda diberikan tambahan frame lagi untuk vestibule/teras.
  • Tunnel. Artinya terowongan, yaitu konstruksi 1, 2, atau 3 frame melengkung membentuk terowongan. Pada umumnya tenda dengan konstruksi tunnel mempunyai luasan yang lebih daripada tenda dengan konstruksi lain pada berat yang sama. Kekurangan konstruksi ini adalah tidak freestanding, yaitu nggak bisa berdiri tanpa dipasak
  • Ridge. Konstruksi dengan satu atau dua tiang pancang lurus. Alih-alih menggunakan frame, seringnya tiang ini digantikan oleh trekking pole, sehingga bisa memangkas berat secara keseluruhan. konstruksi ini banyak digunakan untuk tarp.
tips memilih tenda - konstruksi

tips memilih tenda – konstruksi
atas: Geodesic, Dome
bawah: Tunnel, Ridge

3. Material Rainfly / flysheet / plesit ( -__- )

Jenis material atau bahan rainfly sangat mempengaruhi berat tenda secara keseluruhan. Ada bermacam-macam tipe yang digunakan, berikut kelebihan dan kekurangannya:

  • Kanvas katun. Material kanvas seringkali digunakan untuk tenda peleton. Material ini sangat berat yang tentunya sangat tidak menguntungkan untuk dipakai mendaki gunung wkwkkw. Untuk kelebihannya, material kanvas adalah mempunyai daya insulasi panas yang bagus, sehingga kalo dingin ndak terlalu terasa. Penggunaan lain seringkali sebagai tenda pramuka. Saya masih ingat waktu pramuka jaman SD, tenda saya terbuat dari puluhan karung terigu yang dijahit sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk tenda pramuka, lengkap dengan logo segitiga biru! Kalau hujan? Yasalam, buanjirrrrrr. Tenda ini nggak cocok buat dibawa naik gunung.
  • Polyester. Material ini termasuk ringan, meskipun nggak ringan-ringan banget, bersifat tidak menyerap air. Secara umum material polyester dilapisi dengan polyurethane (PU), agar tahan terhadap gesekan dan  tentunya tahan terhadap air. Makanya seringkali didapati info sebuah tenda dengan keterangan misal ‘2000 mm polyester PU coated’, yang artinya tenda ini dilapisi dengan polyurethane dan mampu menahan 2000 mm H2O atau air sampai akhirnya tenda ini rembes, bisa juga dikonversikan tenda mampu menahan tekanan 2.844 psi mengingat 1000 mmH2O adalah 1.422 psi. Pengetesan skala waterproof adalah dengan memberikan tekanan secara bertahap, sampai muncul tiga titik air di permukaan.
  • Nylon. Material ini bersifat menyerap air, termasuk sangat ringan dan kuat melebihi polyester. Secara umum dilapisi dengan PU atau silicon atau kombinasi antara keduanya. Coating / pelapisan silicon jauh lebih baik dan awet daripada PU karena silicon masuk ke sela-sela kain. Material nylon dengan coating silicon akrab disebut dengan silnylon. Kekurangan material nylon adalah karena sifatnya menyerap air, apabila terkena hujan atau bahkan kondensasi sekalipun, akan kendor, atau ngondoy kata temen-temen, sehingga harus dilakukan pengencangan tali pasak secara berkala. Mengganti tali yang menghubungkan rainfly dengan pasak dari tali statis ke tali elastis akan dengan mudah mengatasi problem ini. Silnyon mempunyai ciri-ciri sangat licin di permukaannya, bahkan plaster juga ndak mau nempel, sehingga untuk sealingnya menggunakan seal khusus atau menggunakan seal oles silicon
  • Cuben fiber. Material ini sangat mahal, pada awalnya dibuat untuk keperluan layar kapal, tetapi dewasa ini menjadi tren dalam dunia ultralight backpacking karena sangat ringan. Kekurangan dari material ini adalah berisik kalo kena angin atau hujan, dan tidak cocok dijadikan tempat neduh siang-siang karna cahanya matahari nembus, buat ehem-ehem juga ndak cocok kayaknya karna bakal keliatan, bikin mupeng tenda sebelah, ndak baik.
tips-memilih-tenda-material-rainfly

tips memilih tenda – material rainfly
atas: canvas, polyester
bawah: silnylon, cuben fiber

4. Jenis inner tenda

Selain berat tenda secara keseluruhan, jenis inner juga mempengaruhi kenyamanan antara lain dari segi sirkulasi udara, kondensasi, insulasi (kehangatan), dan lain-lain

  • Solid / tanpa mesh. Inner jenis ini terbuat dari material solid dengan anyaman benang yang rapat tetapi breathable. Sangat baik dalam hal insulasi, tetapi kurang dalam segi sirkulasi udara, dan tentunya berat. Inner solid sangat cocok untuk tenda ekspedisi 4 musim.
  • Full Mesh. Terbuat dari material dengan anyaman yang renggang. Kurang baik dalam segi insulasi, tetapi sangat baik dalam segi sirkulasi udara dan lebih ringan. Apabila angin bertiup kencang, akan terasa angin sepoi-sepoi menembus ke dalam tenda, brrrrr
  • Semi solid / half mesh. Kombinasi antara solid dengan mesh, tentu dengan kombinasi dari setengah keunggulan keduanya juga
  • Tanpa inner / single wall. Kelebihannya tentu lebih ringan. Kekurangannya akan sangat tidak nyaman apabila terjadi kondensasi, titik-titik air yang menempel ke dinding bisa saja jatuh tepat di kening kamu pas lagi bobok, beneran berasa seperti Snow White lah. Tetapi beberapa produsen tenda telah membuat inovasi dengan menggunakan material breathable untuk tenda single wall mereka, semisal Black Diamond. Kekurangan yang lain yaitu tanpa adanya mesh, proteksi terhadap binatang kecil seperti serangga akan berkurang. Tenda tanpa inner ini juga sering diaplikasikan ke tarp.
tips-memilih-tenda-inner

tips memilih tenda – inner
atas: solid, full mesh
bawah: half mesh, tanpa inner

5. Floor / Alas tenda

Macam material alas tenda pada umumnya adalah coated nylon dan coated polyester, hanya saja dengan rating waterproof lebih tinggi mengingat di bagian inilah penghuni tenda beristirahat sehingga berat tubuhnya menambah tekanan pada material itu sendiri. Berikut beberapa jenis alas tenda yang lain:

  • Terpal lele. Dikatakan terpal lele saya lupa nama jenis materialnya, jadi mending saya tulis begini aja karena materialnya hampir sama seperti terpal lele. Material ini sangat berat, susah untuk dipacking dan makan tempat. tenda dengan material floor seperti ini mudah ditemukan di rentalan alat outdoor karena harganya lebih murah, jadi kalau rusak ya nggak sayang-sayang amat (meskipun sebisa mungkin tetap minta ganti rugi)
  • Floorless / tanpa alas. Tanpa alas artinya nggak ada alasnya, penjelasan selesai, wkwkw. Tentu tanpa adanya floor, pilihan yang ini menjadi paling ringan sehingga banyak diaplikasikan oleh UL backpacker
tips-memilih-tenda-floor-terpal-lele

tips memilih tenda – floor terpal lele

6. Pole / frame.

Macam frame tenda antara lain:

  • Besi. Berat, kaku, dan mudah berkarat. hmmm
  • Fiberglass. Material ini termasuk berat ringkih, sangat mudah pecah dan patah. Kelebihan material ini adalah sangat murah dan spare-nya banyak tersedia di pasaran
  • Alumunium / alloy. Material yang relatif ringan, kuat, lentur dalam artian tidak mudah patah apabila terkena angin. Alloy sedikit (atau banyak) lebih mahal daripada fiberglass. Spare sudah lumayan banyak tersedia di pasaran meskipun yang tanpa merk.
  • Carbon. Material yang sangat ringan, kuat, dan muahal. Sekalinya patah akan bikin kamu beli banyak aspirin karena pusingnya bukan main nyari spare carbon
  • Pipa PVC. Sebenarnya males nulis ini, tapi ya mau gimana lagi, saya pernah menjumpai orang pake frame ini kok di Merbabu. Untuk beratnya sayang sekali, waktu itu saya enggan untuk menanyakan.  Oiya, kebanyakan tenda mainan juga pake frame ini.
  • Bambu. Sekali lagi, di Merbabu pernah jumpa. 2 thumbs up!! sama kayak di atas lah males tau beratnya seberapa.
tips-memilih-tenda-pole-frame

tips memilih tenda – pole – frame
atas: besi, fiberglass
bawah: alloy, carbon

7. Stake / Pasak

Meski sepele, ternyata beda material pasak juga mempengaruhi berat secara signifikan. Berikut material pasak yang umum di pasaran

  • Besi. mudah bengkok, berkarat, dan berat.
  • Plastic. Ringan, tapi kurang kuat.
  • Alumunium / alloy. Kuat, ringan, dan ada banyak pilihan bentuk dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing dan tujuan penggunaan yang berbeda juga tentunya. Ada yang bulet, ada Y shaped, ada J shaped, ada yang bolong-bolong, bahkan ada yang kayak sekop untuk penggunaan di tanah pasir. Harga sangat bervariatif dari murah sampai mahal
  • Titanium. Kuat, paling ringan. Harga sangat monoton, mahal !
tips-memilih-tenda-pasak

tips memilih tenda – pasak
atas: besi, plastik
bawah: alloy J shaped, titanium

Sebenarnya masih belum lengkap, tapi secara umum hal tersebut di atas lah yang perlu kamu pertimbangkan untuk memilih tenda yang ringan (bukan tenda yang murah). Masih buanyak lagi yang mempengaruhi berat tenda, misal Threat Count yang biasa dilambangkan T, yaitu jumlah jalinan benang dalam 1 inchi persegi, semakin banyak nilai T, material akan semakin rapat sehingga semakin berat tetapi semakin kuat dan tingkat waterproof semakin bagus. Ada lagi denier, biasa ditulis dengan D yaitu berat serat kain dalam 9000 meter, misalkan material kain 20D maka berat dalam 9000 meter serat kain adalah 20 gram, semakin besar nilai D, material akan semakin berat. Dan lain-lain.

Demikianlah tips memilih tenda versi indooutdoor yang disadur dari berbagai sumber.

Kalau mau beli tenda atau asesorisnya klik di sini ya

Huft, capek.

baca juga:

 

 

tags: tenda camping harga tenda harga tenda camping jual tenda camping tenda kemping tenda camping murah harga tenda camping murah jual tenda tenda anak harga tenda kemping daftar harga tenda camping jual tenda camping murah tenda outdoor harga tenda pramuka jual tenda lipat harga tenda dum tenda ultralight murah tenda naturehike harga tenda eiger tenda vaude jual tenda ultralight

Comment

3 thoughts on “Ringankan Beban di Ranselmu (Bagian 3 – Tenda / shelter)

Leave a Reply

Your email address will not be published.