Ringankan Beban di Ranselmu (Bagian 4 – Sleeping System – Sleeping Bag, Sleeping Pad)

Tips memilih sleeping bag dan sleeping pad.

Saat membicarakan tentang sleeping system di ruang lingkup outdoor, maka nggak bisa dipisahkan dari yang namanya sleeping bag dan sleeping pad. Apa itu sleeping bag? Secara harfiah artinya adalah kantung tidur, dikutip dari wikipedia berbahasa londo, kurang lebih dijelaskan bahwa sleeping bag adalah kantong isolasi bagi manusia yang berupa selimut dengan penutup resleting atau sejenisnya sehingga membentuk suatu tabung yang berfungsi untuk menghangatkan. Sedangkan Sleeping Pad adalah alas tidur yang memberikan kenyamanan dan tambahan kehangatan.

tips-memilih-sleeping-bag-dan-sleeping-pad

tips memilih sleeping bag dan sleeping pad | kiri: sleeping bag | kanan: sleeping pad

Lalu, bagaimana menentukan pilihan keduanya agar tidak terlalu membebani ransel kamu, meskipun sedikit mengorbankan kenyamanan kantong? Ah, nggak juga kok, itu cuman mitos, toh kalau membicarakan kenyamanan rupiah itu tidak ada artinya, yang sangat berarti adalah angka setelah simbol Rp. Ngoahahhaha. Berikut, om ganteng sedikit memberikan gambaran berdasarkan gugling dari negeri antah berantah dan hasil nyari wangsit

1. Sleeping Bag. Dalam memilih sleeping bag yang nggak terlalu menjadi beban, tentunya banyak hal yang perlu diperhatikan dan difahami. cekidotsss

a. Ukuran sleeping bag (SB). Memilih ukuran SB sangatlah penting, dengan ukuran yang tepat maka manfaat dari SB akan lebih optimal. Misal tinggi kamu 150 cm, sangat tidak disarankan untuk pake SB ukuran long katakanlah ukuran 220cm. Selain akan menambah beban yang nggak berguna, kinerja insulasi SB juga nggak maksimal karna akan terlalu banyak ruang kosong di SB. Misalkan tinggi kamu 250cm, ya jangan pake SB ukuran bocah, nanti cuman kaki sampe puser doang yang anget. Jadi sebelum membeli pastikan ukurannya pas sama kamu, kelebihan dikit nggak apa, asal jangan kependekan. Ada juga SB dengan size double, yaitu satu SB yang digunakan untuk 2 orang, nggak cocok buat kamu mblo, yakinlah.

tips-memilih-sleeping-bag-ukuran

tips memilih sleeping bag – ukuran

b. Bentuk sleeping bag (SB)

  • Human shape sleeping bag. Bentuk SB ini menyerupai bentuk badan manusia, lebih tepatnya mirip baju astronot, lengkap dengan sleeve di tangan dan kaki sehingga sangat leluasa bergerak. Dengan bentuk yang demikian tentu luasan SB akan bertambah yang artinya juga menambah berat secara keseluruhan. SB bentuk ini juga berpotensi mengundang kerusuhan antar anggota di dalam tenda di malam hari apabila dipakai oleh dia yang tidurnya macem kuda jingkrak., bahkan sangat berpotensi menjadi bencana tenda roboh, hmmmm. Untuk segi kenyamanan dan insulasi, saya sendiri belum pernah memiliki jadi nggak bisa ngomong lebih, referensi tentang SB macem ini juga sangat terbatas.
  • Rectangular shape, atau bentuk tikar. SB ini sangat populer di indonesia. berbentuk kotak dengan resleting yang maha cetar sehingga ini SB bisa digelar lebar layaknya selimut, dan seringkali juga dipake buat selimutan. (-): “Kak, adek lupa nggak bawa SB (mewek)”, (+): “yaudah SB nya kakak buat selimutan berdua aja gapapa kok”, (-): “maaf kak”, (+): “yaelah santai (dan enakin) aja kali dek”.  SB ini mempunyai banyak ruang terbuka sehingga tidak terlalu bagus dalam hal insulasi.
  • Mummy shape, SB ini berbentuk seperi mummy atau kepompong mempunyai berat yang relatif lebih ringan daripada bentuk tikar karena penggunaan kuantiti material yang efektif. Dari segi insulasi juga lebih bagus karena tidak banyak ruang kosong di dalam SB.
tips-memilih-sleeping-bag-bentuk

tips memilih sleeping bag  – bentuk | kiri: human shape | tengah: rectangular | kanan: mummy

c. Material insulasi sleeping bag

  • Fleece. Di Indonesia, jenis material ini seringkali disebut dengan polar. Terbuat dari polyester, berbentuk lembaran dengan permukaan bulu-bulu jagung halus. Relatif berat, dan tidak terlalu bisa dikompress menjadi ukuran yang lebih kecil. Daya insulasinya juga tidak terlalu bagus dibandingkan dengan material lain.
  • Synthetic Down. Terbuat dari buanyakkk serat-serat tipis polyester yang saling terkait sehingga terdapat banyak rongga yang akan terisi udara hangat yang keluar dari tubuh. Hal inilah yang menyebabkan kenapa awal pemakaian SB dengan material sintetis akan terasa dingin, dan akan berangsur hangat setelah beberapa saat, karena hangat tersebut didapat dari panas tubuh sendiri yang terjebak di rongga serat. Synthetic down seringkali akrab dengan nama dacron (yang sebenarnya, dacron ini adalah merk dagang dari Du-Pont). Merek dagang lain yang terkenal adalah Primaloft dengan banyak variannya seperti primalogt one, primaloft gold, sampai primaloft thermoball yang dibuat khusus untuk merek The North Face. Kelebihan dari bahan synthetic down ini adalah lebih murah daripada natural down, lebih cepat kering apabila basah, lebih compressable daripada fleece meskipun tidak bisa mengalahkan minimalisnya natural down apabila dikompress. Dari segi insulasi, synthetic down termasuk bagus.
  • Down. Natural down terbuat dari bulu (bukan rambut) yang pada umumnya adalah angsa (goose) dan bebek (duck). Banyak yang terjebak dalam pemikiran goose down lebih bagus daripada duck down, padahal kenyataannya nggak selalu seperti itu. Umur dari angsa dan bebek yang bulunya dicabutin untuk dijadikan SB juga ngaruh. Bulu bebek dewasa lebih bagus daripada bulu anak angsa, tetapi apabila sama-sama dewasa bulu angsa memang lebih bagus. Material ini adalah yang paling hangat dari material yang lain dalam rasio berat yang sama. Paling compressable, jauh lebih mahal. Material down tidak cocok bagi mereka yang alergi terhadap bulu, juga nggak cocok bagi penyayang bebek karena beberapa sumber mengatakan dalam pembuatannya terdapat Animal Abusing atau perlakuan yang nggak manusiawi terhadap binatang (loh?). Kekurangan dari material ini adalah akan kehilangan daya insulasinya sama sekali apabila basah, dan keringnya akan memakan waktu yang sangat lama. Tetapi sangat mudah dihindari dengan cara: 1 Tas kamu pakein raincover, 2 Simpan SB di wadah yang tahan air, 3 Plisssss, kurang kerjaan amat ujan-ujanan sambil pake SB, nggak usah. Oiya, beberapa produsen SB juga sudah memberikan perlakuan secara kimia agar material down bersifat hydrophobic atau menolak air, jadi ndak takut basah lagi.
tips-memilih-sleeping-bag-material insulasi

tips memilih sleeping bag material – insulasi |kiri: fleece | tengah: synthetic |kanan: down

Gimana? bingung? Gini aja, kamu ambil beberapa SB, kamu timbang semua, yang angka gramnya paling kecil itu yang paling ringan, mau lebih ringan lagi nggak bawa SB, enakan bawa selimut yang bisa kentut, wkwkwkkw. Sebenarnya masih ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan yang mungkin akan ditulis lain waktu biar bahan tulisannya ndak abis. Misal rating kehangatan SB yang biasa disebut EN rate, ada comfort rating, limit rating, dan extreme. Misal fill power goose down, dan tingkat loft-nya, dan lain-lain.

2. Sleeping Pad (SP). Haduh mulai pusing dan mual-mual pas nulis sampe sini, tapi tetep semangat karena ada adek di samping, ngipas-ngipasin, hoahhh. Sebagai fungsinya untuk menambah kenyamanan, hal ini sangat subyektif sekali sebenarnya, bahkan seringkali ada yang bilang “tapi aku tuh udah nyaman banget sama dia” meski udah berkali kali disakitin #ambilintissue. Tapi meskipun subyektif, pastinya mayoritas setuju untuk memilih tidur di alas yang empuk daripada tidur dengan pantat serasa disodomi akar dan kerikil, okay sorry bahasanya mulai vulgar.

Sedang sebagai fungsinya sebagai insulasi, ada satuan yang disebut dengan R-value, yaitu daya insulasi dari benda tertentu, semakin besar nilai R maka akan memberikan kehangatan yang lebih. Beberapa produsen mencantumkan R-value di produk sleeping pad mereka, tetapi sampai saat ini belum ada lembaga resmi yang mengaminkan tentang real atau tidaknya R-value yang diklaim oleh produsen sleeping pad.

Berikut hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan dalam milih sleeping pad:

a. Ukuran sleeping pad. Sama dengan cara milih ukuran SB. Beberapa produsen sleeping pad menyajikan pilihan yang beragam, mulai dari small yang berukuran pendek, reguler untuk orang rata-rata, sampe XL untuk yang oversized. Saya sendiri menggunakan sleeping pad ukuran small dengan panjang 120 cm, untuk bagian kaki kebawah memanfaatkan baju ganti atau ransel sebagai alasnya.

tips-memilih-sleeping-pad-size

tips memilih sleeping pad – size

b. bentuk sleeping pad. Sama halnya dengan SB, ada yang bentuknya mummy ada yang bentuknya kotak. Yang mummy tentu lebih ringan karena berhasil mereduksi luasan materia yang dipakai. Bahkan ada produsen yang membuat sleeping pad dengan bentuk bolong-bolong dengan tujuan agar lebih ringan, misalnya Klymit dengan produknya tipe inertia.

tips-memilih-sleeping-pad-bentuk

tips memilih sleeping pad – bentuk

c. Tipe sleeping pad. Tipe sangat berkaitan dengan R-value. Dikarenakan R-value juga dipengaruhi oleh ketebalan, sedangkan ketebalan produk dari masing-masing produsen tidaklah sama, maka untuk sementara berpatokan kepada nilai yang disajikan oleh produsen terkait.

  • Open-cell foam sleeping pad, yaitu foam dengan banyak rongga. Tipe ini ringan, sangat empuk, tapi juga bulky, sepertinya nggak cocok untuk dibawa naek gunung gan sis bro. Contoh paling gampang adalah kasur lantai yang bahannya busa.
  • Closed-cell foam sleeping pad, yaitu foam dengan rongga yang rapat. Tipe ini sedikit lebih berat, bukly dan susah dikompress ke ukuran yang lebih kecil. Tipe ini nggak butuh wadah / stuffsack karena sangat tahan gesekan, kalaupun sampe lecet bahkan ketusuk-tusuk juga ndak apa-apa kok. Contoh tipe ini misalnya adalah thermarest z-lite, matras TNI. Dari segi kenyamanan, menurut saya matras TNI nggak nyaman alias masih terasa disodomi kerikil, kurang tahu dah kalau z-lite yang lebih tebelan, blom pernah pakek. Untuk insulasi, matras TNI juga kurang dalam meredam suhu dinginnya tanah, brrrrrr.
  • Air Pad. Ada banyak produsen yang menyediakan pilihan. Terbuat dari material yang tidak tembus udara. Penggunaannya dengan cara meniup pad secara manual atau dengan pompa khusus atau dengan modifikasi DIY, sehingga seringkali disebut matras tiup. Jenis ini termasuk nyaman meskipun tidak terlalu bagus dalam segi insulasi. Tipe ini adalah yang paling ringan dari semua tipe pad yang ada (kecuali lo ngusulin pad-less ya)
  • Self-inflated pad. Pad jenis ini adalah kombinasi antara open cell foam dengan air matress. Penggunaannya dengan cara membuka valve, maka secara otomatis foam akan mengembang sendirinya sehingga mengisi volume pad, tapi masih perlu beberapa tiupan untuk mengembang secara sempurna. Tipe ini termasuk nyaman dan sangat bagus dalam insulasi, mampu meredam hawa dingin dengan baik. Tetapi rata-rata lebih berat daripada air pad. Saya sendiri memakai tipe ini dengan panjang 120 cm biar nggak terlalu berat tapi masih nyaman.
  • Insulated air pad. Tipe ini adalah tipe air pad dengan tambahan isian bahan insulasi di dalamnya. Bahan insulasi beragam mulai dari synthetic down sampai goose down, tentu material insulasi goose down lebih mahal. Tipe ini termasuk sangat nyaman, dan sangat baik dalam hal insulasi. Sedikit lebih berat daripada air pad, tetapi juga dipengaruhi oleh macam dan kuantiti insulasi yang digunakan. Rata-rata lebih ringan daripada self-inflated pad pada volume yang sama. Bisa menjadi pilihan yang tepat buat kamu yang budgetnya buanyak.
  • Reflectif pad. Tipe ini biasanya adalah closed cell foam yang dilapisi dengan lapisan reflective heat, semisal alumunium. Di Indonesia akrab dengan panggilan si joni, eh maksudnya matras alumunium. Ada yang tebal ada yang tipis, tergantung kamu pilih yang mana. Kalau tipis tentunya sodomi akar masih terasa, enyak enyak
tips-memilih-sleeping-pad-tipe

tips memilih sleeping pad – tipe | atas kiri: open cell foam | tengah: closed cell foam | kanan: air pad | bawah kiri : auto-inflate | tengah: insulated air pad | kanan: reflective pad

Nahhhh, demikianlah tips memilih sleeping bag dan sleeping pad. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada kesalahan dalam penulisan minta tulung dibenerin ya gaessss

Terimakasih

baca juga:

 

tags: sleeping bag terbaik murah merk sleeping bag terbaik jual sleeping bag terbaik review sleeping bag terbaik bahan sleeping bag terbaik sleeping bag lokal terbaik harga sleeping bag terbaik sleeping bag kualitas terbaik 10 sleeping bag terbaik sleeping bag terbaik sleeping bag terbaik di indonesia memilih sleeping bag memilih sleeping bag yang bagus cara memilih sleeping bag cara memilih sleeping bag yang baik memilih merk sleeping bag memilih bahan sleeping bag cara memilih sleeping bag yang bagus tips memilih sleeping bag yang bagus tips memilih sleeping bag sleeping pad murah sleeping pad reviews sleeping pad camping sleeping pad backpacking sleeping pad thermarest sleeping pad sleeping pad air pump

Comment

One thought on “Ringankan Beban di Ranselmu (Bagian 4 – Sleeping System – Sleeping Bag, Sleeping Pad)

Leave a Reply

Your email address will not be published.