Trekking pole, fungsi, jenis, bagian, dan cara menggunakannya

Trekking pole, fungsi, jenis, bagian, dan cara menggunakannya

Trekking pole, atau kalau di sini seringkali disebut tongkat pendaki (bukan tongkat ali) adalah perlengkapan standar bagi penggiat outdoor terutama dalam kegiatan hiking. Alasan utama perlunya trekking pole adalah untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan, membantu untuk menambah kecepatan berjalan, membantu pengereman pada saat turunan curam, dan sebagainya. Penggunaan tongkat sebagai perlengkapan pendukung sudah lama digunakan oleh penggiat outdoor. Di etsa dari William Blake’s Europe of the Prophecy yang dicetak pada tahun 1794, terlihat seorang orang menggunakan trekking pole.

Europe of the Prophecy

Fungsi Trekking pole

  1. Sebagai peralatan pendukung dalam berjalan. Penggunaan trekking pole dapat meningkatkan keseimbangan tubuh pada saat berjalan, mampu memberikan dorongan tenaga tambahan pada saat tanjakan, dan bisa membantu pengereman pada saat turunan yang curam. Sebuah study di The Journal of Sports Medicine pada tahung 1999 menemukan fakta bahwa penggunaan sepasang trekking pole mampu mengurangi tekanan hingga 25% pada lutut, terutama pada saat berjalan turun. Menurut penelitian Center for Disease Control and Prevention, jatuh secara tidak sengaja merupakan salah satu penyebab utama kematian. Sedangkan kita telah ketahui bersama, bahwa hiking adalah kegiatan dengan resiko ndlosor yang lumayan besar. Untungnya, trekking pole hadir untuk meminimalisir kemungkinan tersebut.
  2. Menjaga postur tubuh. Penggunaan trekking pole membantu badan untuk tetap berjalan dengan tegak, nggak membungkuk. Terlalu sering berjalan membungkuk dapat menyebabkan berbagai gangguan metabolisme, nyeri punggung dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
  3. Membagi pembakaran kalori secara merata. Penggunaan trekking pole memaksa tangan untuk tetap bergerak, nggak selow selow enak-enakan berkacak pinggang atau malah nyangga dagu. Dengan tangan yang aktif bergerak, maka pembagian pembakaran kalori akan merata.
  4. Tempat nyender pas lagi istirahat. Saya sendiri seringkali istirahat kecil sejenak untuk mengambil nafas dengan cara bersandar di trekking pole. Hal ini bisa dilakukan apabila tidak ditemukan pohon yang pas buat nyander dan dirasa belum terlalu butuh buat dudukin bokong. Lihat-lihat sikon kalau mau melakukan ini, jangan nyender-nyender trekking pole di pinggir jurang
  5. Sebagai tiang tarp, flysheet, atau vestibule tenda. Dengan membawa trekking pole, tidak lagi dibutuhkan tiang tambahan untuk flysheet sehingga bisa menghemat beban yang lumayan signifikan.
  6. Menghalau rumput, duri, ranting yang menghalangi jalan. Udah tau lah ya?
  7. Menghalau binatang buas. Membawa treking pole dapat meningkatkan rasa percaya diri beberapa persen untuk melawan babi hutan. Trekking pole juga efektif untuk menghalau temen yang dirasa mau nikung gebetan
  8. Nyolong mangga tetangga sebelah

trekking pole sebagai tiang tarp

Bagian-bagian trekking pole, macam jenis dan fungsinya

bagian trekking pole

  1. Strap. Fungsi strap pada trekking pole adalah untuk memberikan dukungan yang lebih pada pergelangan tangan terhadap handle sehingga telapak tangan tidak perlu menggenggam handle terlalu rapat dan bisa lebih rileks, karena menggenggam trekking pole terlalu rapat dapat menyebabkan tangan lebih cepat merasa lelah. Dalam membeli trekking pole, disarankan memilih strap yang lembut sehingga nggak menimbulkan goresan di pergelangan, apalagi hati.
  2. Grip. Fungsi dari grip adalah sebagai handle / pegangan telapak tangan pada trekking pole. Grip biasanya terbuat dari material yang relatif tidak licin sehingga genggaman terasa lebih mantap. Model grip ada yang model lurus (i) ada juga yang model T. Saya lebih menyarankan model lurus, tapi ya tergantung selera sih. Pada beberapa model trekking pole, ada grip yang panjang yang disebut extension grip. Fungsinya adalah agar tangan tetap mendapatkan grip yang mantap pada saat tanjakan tanpa harus memendekkan trekking pole. Mayoritas extension grip terdapat pada trekking pole model fixed lenght
  3. Shaft. Adalah batang utama dari trekking pole tersebut. Biasanya terbuat dari material alumunium atau carbon (lebih mahal). Dilihat dari modelnya, shaft ada 2 macam yaitu telescopic yang packingnya model sodokan, dan model Z yang packingnya model dilipet-lipet. Berdasarkan panjangnya, shaft juga dibagi menjadi 2 yaitu fixed lenght yang panjangnya fix atau paten, dan adjustable lenght dengan panjang bisa diatur sesuai dengan selera. Saya menyarankan model adjustable meski dengan bobot yang relatif sedikit lebih berat daripada yang fixed lenght.

    T-grip, extension grip, telescopic, Z

  4. Lock Mechanism. Sistem penguncian trekking pole, ada dua macam yaitu internal lock dan external lock. Internal lock yaitu mekanisme penguncian yang mana shaft bagian dalam (kecil) mengunci ke bagian yang luar, mekanisme ini terdapat pada trekking pole dengan penguncian putar. External lock adalah kebalikan dari internal lock, mekanisme ini terdapat pada trekking pole dengan penguncian model quick lock, lebih praktis karena lock-unlock bisa dilakukan dengan lebih cepat

    Lock Mechanism

  5. Snow / Mud Basket. Berbentuk seperti mangkok dengan cekungan menghadap ke bawah. Berfungsi untuk mencegah trekking pole menancap terlalu dalam. selain itu juga bisa mencegah trekking pole menacap ke lubang-lubang batuan yang bisa mengakibatkan patah
  6. Tip. Adalah ujung trekking pole yang langsung menancap ke tanah. Biasanya ujungnya terbuat dari material carbide agar lebih keras dan lebih awet
  7. Rubber Tip Caps. Tutup Tip yang terbuat dari karet, bentuknya macem-macem ada yang biasa sampe yang model kayak sepatu. Fungsinya untuk nyarungin tip. Appalachian Trail Conservancy (ATC) menyarankan penggunaan rubber tip caps, hal ini dikarenakan banyaknya keluhan bahwa tip carbide meninggalkan bekas goresan pada batu-batuan yang kurang enak dilihat dan menimbulkan suara yang relatif mengganggu ketenangan. Itu ATC kaga tau dah kalo orang sini malah suka bawa klunthung sapi atau nyalain mp3 dengan suara full trebel volume mentok pas lagi jalan, nah pas udah sampe camp nya gegitaran sambil nyanyi yang lebih fales daripada suaranya Takeshi Giant di kartun Doraemon, hhhhh
  8. Bagian / fitur lain. Sebagai contoh adalah anti-shock berupa per yang di tanam di dalam trekking pole yang berfungsi sebagai peredam kejut. Saya rasa fitur ini nggak terlalu penting, malah cenderung jadi lebih gampang rusak daripada yang tanpa anti-shock

Cara menggunakan trekking pole

  1. Menggenggam grip trekking pole. Banyak orang yang masih salah perihal cara menggengam grip trekking pole. Cara yang benar adalah dengan memasukkan pergelangan tangan ke strap dari bawah, kemudian menggenggam grip beserta strap tersebut. Dengan cara menggenggam seperti ini, strap dan pergelangan tangan akan membantu memberikan dorongan kepada trekking pole sehingga genggaman tidak perlu terlalu rapat agar pergerakan tetap lincah waktu berjalan dan tidak cepat lelah. Dengan cara menggenggam seperti ini, telapak tangan juga lebih mudah berpindah ke pangkal grip untuk memberikan dorongan lebih apabila diperlukan terutama pada saat turunan

    menggenggam trekking pole

  2. Menyesuaikan tinggi trekking pole. Usahakan trekking pole dalam kondisi tegak membentuk sudut 90 derajat terhadap siku sehingga tangan akan merasa lebih rileks. Tinggi trekking pole juga harus disesuaikan dengan medannya, yaitu memendekkan trekking pole pada saat naik, dan memanjangkan trekking pole pada saat turun
  3. Teknik berjalan. Dalam membantu berjalan, trekking pole ada 3 fungsi yaitu yang pertama adalah gas untuk menambah kecepatan bisa dilakukan di jalan datar, tanjakan, bahkan turunan sekalipun asal nggak terlalu curam dengan mengayunkan trekking pole selaras dengan langkah kaki dengan ujung trekking pole cenderung miring ke belakang untuk menambah daya dorong. Yang kedua yaitu braking atau nge-rem digunakan pada saat turunan yang curam dengan cara menancapkan trekking pole ke tanah dengan sudut cenderung condong ke depan. Yang ketiga yaitu coasting atau berseluncur yaitu menggunakan trekking pole lebih untuk membantu keseimbangan daripada menambah atau mengurangi kecepatan. Sedangkan untuk teknik penggunaannya, ada banyak versi masing-masing orang. Yang paling simple adalah tehnik berjalan yang seperti nordic walking yaitu seperti berjalan biasa, saat kaki kanan menapak maka trekking pole yang sebelah kiri menancap ke tanah, begitu juga sebaliknya. Tehnik ini biasanya saya gunakan pada trek yang cenderung landai, sedangkan untuk tanjakan atau turunan curam, tetep aja ngesot sambil engap-engapan, atau nyembah trekking pole. Lebih jelasnya mungkin bisa lihat pidio di bawah. ijin nyomot pidionya ya min??  ya kris??

Sekian

 

 

tags: parts of a trekking pole trekking pole accessories trekking pole adalah trekking pole antishock trekking pole lipat trekking pole murah trekking pole yang bagus using a trekking pole

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.